Our Networks krazymarket.com dailysocial.net bolalob.com infokost.net

Potensi Marketing Mengintip dari Rio

Written By redpark oneagain on Sabtu, 30 Juli 2011 | 00.57





Kira-kira tengah malam WIB nanti, mengambil tempat di Marina da Gloria, Rio de Janeiro,Brasil akan dilakukan withdrawing pembagian grup putaran ketiga Pra-Piala Dunia 2014 Zona Asia.


Sejauh ini tersisa 20 negara,termasuk Indonesia,yang akan didistribusikan ke dalam lima grup,di mana masing-masing terdiri atas empat tim dan akan memainkan partai home and away. Sudah barang tentu muncul perasaan dag dig dug di sanubari insan sepak bola Tanah Air.Sebagian besar mungkin berdoa agar kita tergabung di grup “ringan”.

Harapannya tentu agar peluang Boaz Salossa dkk lolos ke putaran keempat semakin besar.Namun, dari sisi marketing,justru berharap agar Indonesia tergabung di grup “kuat”. Mengapa demikian? Pertama,menghadapi lawan tangguh jelas akan memompa semangat suporter untuk menyesaki Gelora Bung Karno (GBK).

Ingat,kita bakal punya tiga partai “berkelas”home di putaran ketiga nanti! Ini merupakan core ketika berjualan ke sponsor.Sebab,hal pertama yang selalu mereka tanya ketika menerima proposal sponsorship adalah: “Berapa pasang mata yang akan melihat logo kami?”Bisa dipastikan,satu banderol A-board di pinggir lapangan dan iklan di televisi bakal melonjak.

Kedua,China,Jepang,Korea Selatan, dsb merupakan importir utama Indonesia.Kalau market share China dan Jepang saja digabung nilainya mencapai 21,44% dari total nilai impor kita.So, ketika salah satu timnas mereka merumput di Indonesia,jelas itu merupakan kesempatan berpromosi yang sayang untuk dilewatkan.

Saya jadi ingat beberapa tahun silam ketika timnas China melawat ke Senayan. Terhampar begitu banyak A-board bertuliskan huruf Mandarin.Padahal, saat itu China belum menjadi importir utama Indonesia. Ketiga,kita tahu,media-media Jepang,Korea,dan China adalah sedikit dari sekian negara yang rajin mengikuti timnas atau pemainnya merumput.

Sekali lagi,ketika kita berbicara marketing,kita berbicara exposure dan unsur itu sudah terpenuhi. Keempat,dengan exposure yang begitu luar biasa dan continue,nilai jual pemain jelas kian membubung.Pesepak bola adalah medium terbaik bagi direct promotion,khususnya dalam mendongkrak sales.

Alasannya,mereka bersentuhan langsung dengan grass roots. Tidak percaya? Kalau Kamis kemarin Anda hadir di Gelora Bung Karno,sayupsayup terdengar yel-yel sossis so nice.. sossis so nice..setiap kali Cristian Gonzales menguasai bola.Tak etis kalau saya jelaskan mengapa fans berteriak seperti itu.

Tapi,Anda tentu tahu jawabannya,bukan? Atau tengoklah Bambang Pamungkas.Meski di timnas performanya sudah memasuki fase declining,namanya masih “berkibar”di kalangan Jakmania.Inilah yang menjadi alasan mengapa wajahnya masih sering muncul di layar televisi atau media cetak.

Kelima,jangan pernah anggap enteng bagian ini.Meski diletakkan di bagian terakhir,bukan berarti nilainya kecil. Silakan Anda tanya berapa pendapatan para pedagang aksesori, makanan,dan minuman di setiap laga timnas.Hitung pula turunannya seperti industri garmen yang menjadi pemasok jersey Merah- Putih.Lumayan,bukan!?

0 komentar:

Posting Komentar