
JAKARTA - Kasus penipuan berkedok penyaluran mahasiswa berprestasi ke universitas negeri kini marak terjadi di Amerika. Salah satu modusnya adalah dengan iming-iming informasi dan akses langsung ke bagian penerimaan (admisi), melalui website yang mengklaim sebagai penyedia informasi mengenai universitas di negeri Paman Sam ini.
Kasus tersebut pertama kali di temukan ketika seorang direktur marketing dan komunikasi Universitas Fort Smith, Jeff Harmon, mencari North Arkansas College pada mesin pencari Google. Hasil pencarian menunjukkan informasi mengenai University of Arkansas, karena penasaran, Harmon mengklik pranala tersebut.
Tak lama, laman yang ditunggu Harmon mengemuka. Namun anehnya, dia tidak menemukan hasil University of Arkansas, tetapi pranala tersebut membawanya pada satu situs bernama collegesurfing.com, yakni website yang meminta Harmon untuk mengisi formulir. Website tersebut menjanjikan untuk mengirimkan formulir tadi kepada bagian admisi University of Arkansas, dan mengirimkan informasi mengenai universitas negeri tersebut.
Setelah 20 menit Harmon mengirimkan formulirnya, dia mendapat telepon dari Universitas Argosy, yang menanyakan tentang pendaftaran Harmon di kampus swasta tersebut.
Merasa disesatkan oleh temuan itu, Harmon langsung menanyakan hal tersebut kepada ahli periklanan, apakah kasus itu bisa digiring ke meja hijau.
"Sangat memalukan, situs-situs tersebut harus dihentikan agar tidak menyesatkan siswa atau pun mahasiswa yang ingin mendaftar ke perguruan tinggi negeri," kata Harmon, seperti yang dikutip dari situs Chronicle Higher Education, Selasa (2/8/2011).
Mendapat dukungan dari kampus tempat Harmon bekerja, Dia dan Rektor Ford Smith akan menelisik kasus ini dengan melibatkan kampus-kampus lain di Amerika.
Rektor Ford Smith Luciano Rammairone mengatakan, dia dan Harmon masih memantau situs-situs serupa yang dianggap menyesatkan masyarakat,"Sampai saat ini kami menemukan lebih dari 100 situs pada Google," ungkapnya.
Meski setiap tahun situs resmi besutan universitas-universitas di Amerika membayar ratusan dolar untuk beriklan di Google, namun mengenai hal ini pihak google seolah tidak mau menanggapi.
"Sekarang kami hanya bisa bertindak sesuai kapasitas kami sebagai institusi. Dan kami tidak ingin merugikan pihak mana pun,
0 komentar:
Posting Komentar