Our Networks krazymarket.com dailysocial.net bolalob.com infokost.net

Sempat Malu kepada Pemain The Gunners Lainnya

Written By redpark oneagain on Senin, 08 Agustus 2011 | 10.56

Ketika resmi menjadi pemain Arsenal pada Februari 2009,ada ketakutan besar yang dirasakan Andrei Arshavin.Bukan khawatir tidak bisa beradaptasi dengan permainan The Gunners,julukan Arsenal,atau cemas tak mampu berkomunikasi lantaran bahasa Inggris yang pas-pasan.



Namun,ada rahasia besar yang dipendam eks punggawa Zenit St Petersburg itu. Hingga kini tidak banyak yang tahu jika Arshavin mempunyai label pakaiannya sendiri. Berbeda dengan Cristiano Ronaldo yang getol mempromosikan clothing line dengan nama CR7 itu.

Arshavin merancang koleksi produk clothing line-nya sendiri,mulai sport wear hingga pakaian kasual.Hal berbeda dilakukan Ronaldo. Bintang Real Madrid itu tidak ikut campur dalam desain produk yang dipasarkan di CR7. Praktis,barang-barang di CR7 hanya ’’memanfaatkan’’ nama besar Ronaldo.

“Saya mempekerjakan orang-orang yang tepat untuk merancang pakaian dengan label nama saya,” ujar Ronaldo. Sesuatu berbeda ditunjukkan Arshavin. Punggawa Rusia itu menyatakan,mendirikan clothing line lantaran kecintaannya dalam merancang pakaian,terutama busana wanita.

Hal itu yang ingin disembunyikan Arshavin dari rekan-rekannya saat baru menjadi anggota baru laskar Emirates.“Saya sempat khawatir akan hal ini.Saya membaca bagaimana kritis dan kejamnya media Inggris dalam mengolok-olok,” ungkap Arshavin.

Jiwa sebagai desainer muncul sejak Arshavin remaja.Walaupun kala itu sudah bergabung dalam tim junior Zenit St Petersburg,Arshavin tidak bisa menutupi minatnya untuk mendesain pakaian kaum hawa.Karena itu,pada usia 17 tahun dia memilih berganti jurusan dari Teknologi Kimia menjadi Desain Pakaian di Universitas Teknologi dan Desain St Petersburg.

Kala itu Arshavin menyebut jurusan desain adalah cara mudah mendapat kekasih karena mayoritas muridnya adalah wanita.Alasan itu diungkapkan demi menutup ambisinya yang dipandang ‘kurang lelaki’. Demi menyempurnakan ambisi sebagai desainer, Arshavin mengambil kursus menjahit.

“Mungkin hanya saya pria di tempat kursus itu. Banyak pria di jurusan desain.Tetapi karena saya sebelumnya di jurusan yang lain,maka saya mengambil kursus menjahit, ”ucap Arshavin mengenang masa remajanya dikutip Metro.

Keputusan Arshavin berganti jurusan tepat. Pria kelahiran Leningrad yang kini berusia 30 tahun memiliki bakat natural sebagai perancang.Tak lama,setelah menyelesaikan kursus menjahit,Arshavin mulai membuat sejumlah pakaian.

Lantaran desain yang baik dengan pemilihan bahan yang bagus pula, teman-temannya menyarankan agar Arshavin menjual hasil rancangannya.Dia pun lantas mendirikan clothing line-nya sendiri.Kini desain awal Arshavin dipamerkan di museum milik universitas tempatnya dahulu menuntut ilmu.

Kini clothing lineArshavin merupakan salah satu yang terbesar di Rusia. Namun, punggawa yang tengah diisukan akan membela Galatarasay musim depan itu belum tertarik untuk melebarkan sayap membuka toko di Inggris atau tempat lain

0 komentar:

Posting Komentar